Buka Rahasia, Purbaya Sebut Bea Cukai dan Pajak Dulu Susah Diajak Kerja Sama

Harmoni News — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka-bukaan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dengan Direktorat Jenderal Pajak sempat tak akur.

Hal ini disebabkan karena budaya kerja internal atau masing-masing direktorat di Kemenkeu memang tidak seirama.

Purbaya menyebut ada sekat, sehingga berjalan sendiri-sendiri.

Kondisi itu memang diakui membuat antar direktorat sulit bekerja sama.

“Misalnya dulu pajak dan bea cukai itu susah banget kerja samanya. Sekarang sudah bisa dibereskan. Jadi, kita dorong itu supaya kerja samanya bagus,” kata dia di DPR RI, Jakarta, Senin (15/6) kemarin.

Kondisi itu yang terus dibereskan oleh bendahara negara itu. Ia memastikan kinerja internal Kemenkeu akan lebih cepat dan bersinergi ke depannya.

“Dulu kan banyak silo-silo, sekarang kita buka silo-silo itu agar direktorat bekerja lebih cepat,” terangnya.

Ia mencontohkan lagi, misalnya saat perpindahan pegawai dari direktorat ke direktorat lainnya saja sebelumnya sulit karena berbeda budaya itu.

“Kasus (misalnya) perpindahan antar pegawai dari Dirjen Anggaran ke Pajak, susah banget, karena masing-masing punya sendiri silo-silo. Padahal satu tempat lebih banyak kebanyakan orang,” ujarnya.

Dengan pembenahan yang dilakukan, Purbaya meyakini Kemenkeu kini menjadi lebih lincah (agile) dibanding beberapa tahun lalu.

“Sekarang saya pikir sudah agile, walaupun ada silo-silo, kita kurangi silo semaksimal mungkin. Jadi, sudah tidak seperti dulu lagi,” pungkasnya.***