Tokoh adat Tanah Luwu, Andi Suryadi, angkat bicara terkait aksi demonstrasi yang terjadi beberapa hari terakhir di sejumlah wilayah, termasuk Kota Palopo dan Luwu Raya secara umum.
Dalam pernyataannya, Andi Suryadi dengan tegas menolak segala bentuk aksi anarkis yang dapat merugikan masyarakat maupun merusak ketertiban umum.
Ia menegaskan bahwa unjuk rasa seharusnya dilakukan dengan damai, tanpa menimbulkan kerusakan atau keresahan.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung penegakan hukum terhadap oknum-oknum yang melakukan tindakan anarkis, khususnya di kantor pemerintahan dan fasilitas umum yang seharusnya dijaga bersama,” tegasnya.
Seperti diketahui, pada akhir Agustus 2025 lalu aksi unjuk rasa besar-besaran terjadi di berbagai daerah di Tanah Air.
Aksi tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari mahasiswa, buruh, pelajar hingga pengemudi ojek online.
Namun, sejumlah fasilitas umum yang diperuntukkan bagi masyarakat ikut menjadi sasaran pengerusakan oleh para demonstran.
Tindakan tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk tokoh adat, tokoh masyarakat, serta organisasi kemasyarakatan.
Mereka mendorong aparat kepolisian agar bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan aksi anarkis maupun provokasi yang menimbulkan kerusuhan.
Andi Suryadi berharap ke depan seluruh elemen masyarakat dapat lebih mengedepankan dialog dan mencari solusi dengan cara damai, tanpa harus merusak fasilitas yang justru dibutuhkan oleh rakyat banyak.***