Kejaksaan Agung RI didesak IMMO tuk Periksa Syahbandar Palopo

Direktur Eksekutif Indonesian Maritime Monitoring Ivan Palampuri meminta pihak syahbandar palopo untuk menghentikan aktivitas pembongkaran kapal asing yang tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku

Diketahui Kapal berbendera Panama MV Ikan Seligih dengan muatan 56.263 ton jenis kokas, sandar  tanpa melakukan check point terlebih dahulu di pelabuhan Tanjung Ringgit.

” Secara aturan semestinya kapal asing harusnya sandar dan melakukan check point di pelabuhan tanjung ringgit palopo, barulah kapal asing tersebut boleh membongkar muatanya di pelabuhan lain dan fatalnya lagi, diduga kuat Kapal asing ini menggunakan agensi yang tidak memiliki izin yang lengkap, yang tidak terdaftar di syahbandar palopo. Ujar Ivan”

“Berdasarkan pantauan kami, Kapal tersebut akan melakukan pembongkaran di luar titik koordinat tersus milik PT. BMS dan ini sangat jelas melanggar UU No 17 tahun 2008 Tentang Pelayaran. Yang berpotensi merugikan negara tegas ivan”

“Aktivitas bongkar muat kapal diluar titik koordinat tersus di pelabuhan, merupakan tindakan illegal yang dapat menimbulkan berbagai dampak negatif ujar ivan”

Patut dicurigai terhadap syahbandar palopo yang memberikan izin terhadap masuknya kapal asing yang tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku” tegasnya.

Olehnya itu, dia meminta pihak Aparat penegak hukum Kejaksaan Agung, dan Mabes Polri untuk melakukan pemeriksaan terhadap syahbandar palopo serta Bakamla RI untuk melakukan pemeriksaan terhadap Kapal asing tersebut.