Seorang perempuan bernama Khairun Nisa viral di media sosial setelah kedapatan berpura-pura menjadi pramugari Batik Air dalam penerbangan Palembang–Jakarta.
Aksi mencengangkan tersebut terbongkar saat kru pesawat mencurigai seragam yang dikenakannya tidak sesuai standar resmi maskapai.
Informasi itu disampaikan kepada aviation security sebelum pesawat mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, diberitakan CNN Indonesia, Kamis (8/1).
Setibanya di bandara, Nisa langsung dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Dari pemeriksaan awal, diketahui ia bukan kru maskapai, melainkan penumpang biasa yang membeli tiket dan duduk di kursi penumpang selama penerbangan dari Palembang ke Jakarta.
Nisa sempat bersikeras mengaku sebagai pramugari Batik Air. Ia bahkan sempat menunjukkan kartu identitas sebagai bukti yang ternyata sudah kedaluwarsa.
Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta Kompol Yandri Mono mengungkapkan latar belakang di balik aksi penyamaran tersebut. Nisa disebut nekat berpura-pura menjadi pramugari karena ingin menyenangkan hati orang tuanya.
Dalam proses tersebut, Nisa diminta membayar Rp30 juta. Namun setelah uang diserahkan, orang yang menjanjikan pekerjaan itu tidak lagi bisa dihubungi.
Karena malu gagal dan tidak ingin mengecewakan orang tuanya, Nisa akhirnya mengaku sudah diterima bekerja sebagai pramugari.
Septian menjelaskan, saat berangkat dari Palembang, Nisa bahkan diantar langsung oleh orang tuanya. Karena waktu keberangkatan mepet, ia tidak sempat mengganti pakaian yang dikenakan.